7 Pertengkaran Remeh ini Tak Perlu Ada, Jika Hubungan Kalian Sudah Benar-Benar Dewasa

pertengkaran-remeh-yang-tak-perlu pertengkaran-remeh-yang-tak-perlu

17Konon katanya, bertengkar dengan pacar itu cara unik kita dalam mencintai. Keindahan pjadwaln juga akan lebih terasa dengan adanya pertengkaran. Apalagi sesudah bertengkar hebat, kamu dan pacarmu akan bergemar membantuan dan kembali mesra layaknya baru jadian.

Namun terlampau luber bertengkar juga tak baik untuk kewarasan hubunganmu senbadan. Jangan berpikir akan lebih romantis, justru rasa bosan dan hilangnya rasa cinta akan dirasakan. Sesekali pertengkaran dan percekcokan diperlukan supaya kamu dan pacarmu bisa melatih diri lebih dewasa. Tapi, apa pun argumennya, bertengkar karena 7 hal Sedikit ini sebaiknya tak dihindari karena tak ada gunanya.

1. Jauhi pertengkaran dengan pacarmu, apalagi bertengkar tetapi karena mamenyimpang mantan dan masa lalu

Sebelum menjalin hubungan denganmu, kalian tentu memiliki kisah cinta kalian masing-masing. Kamu dengan mantan pacarmu dan dia dengan masa lalunya. Menjadi wajar pula bila kenangan itu tetap tersimpan, lamunpun singkapn berarti ingin balikan. Meskipun kamu pacarnya, kamu tak perlu meributkan tentang masa lalunya. Sebab di masa lalu, kamu tak ada. Jadi, kecuali dia kosong-kosong masih berhubungan dengan mantannya, meributkan masa lalu itu tak ada gunanya. Toh, tak ada yang bisa diubah juga.

2. Bertengkar gara-gara mamelenceng lupa tanggal jadian juga tak sepatutnya terjadi. Kalian, terlampau dewasa untuk mamelenceng seterlalu mudah ini

Memang perlu untuk mengingat hari indah kamu berpasnya. Tapi bertengkar karena hanya pacarmu lupa tanggal jadian, itu sangatlah tidak masuk akal. Sekalipun dia lupa tentang hari jadi kalian, sibakn berarti dia tidak sayang padamu ‘kan? Bisa jadi kealpaannya dipicu oleh berbagai kesisibakn ataupun beban pikiran lainnya. Lagipula, tanggal jadian hanya sekadar angka. Pun hubungan yang dewasa tidak ditentukan dari sudah berapa lama kalian jadian. Tapi hubungan yang dewasa ditentukan dengan bagaimana kamu dan pacarmu mengolah emosi saat mengalami permakeliruan.

3. Bila ingin langgeng, tentu kalian akan saling memberi kepercayaan. Bukan malah mengekang dan melarang berteman dengan lawan jenis

Bagaimana hubunganmu akan bertahan lama bila kamu dan pacarmu kerap ribut belaka karena makhilaf sepele, seperti rasa cemburu yang tidak jelas darimana asalnya? Yang ada kalian justru akan terjebak dalam situasi tak nyaman. Larangan demi larangan kamu berikan untuknya, mulai dari dilarang follow cewek di Instagram sampai dilarang makan siang bareng teman sekantor yang lawan jenis. Selain menunjukkan rasa insecure-mu, dia akan gerah juga lama-lama. Karena denganmu, bukan bahagia yang dia dapat melainkan rasa terpenjara dan kehilangan rasa bebasnya.

4. Merasa tak lagi diperhatikan namun karena pacarmu sibuk, justru akan meMempankannya lengah bertahan denganmu

Duh, berantem yang seperti ini nih yang membuatmu justru makin dijauhi pacarmu sendiri. Merasa dicuekin dan tidak lagi diperhatikan, dihal pacarmu memang akurat sibuk kerja. Komunikasi memang perlu adanya, namun bukan berarti bisa dilakukan setiap menit seperti keinginanmu. Pacarmu pun tidak perlu membuat laporan tentang rentetan kegitannya dimu, dan terus mengingatkan kamu jangan ini itu. Toh, kalian sudah dewasa.

5. Menginginkan untuk berkembang berkembar itu tidak bohong, beroperasin berarti kamu bisa bebas menuntutnya tentang banyak hal

Sebagai pacar, kamu tentu menginginkan hal terbaik untuk pacarmu. Kamu pun menginginkan bisa berkembang berdua dengannya, menjadi pribadi yang lebih baik. Tak heran bila kamu ingin mengajarinya untuk tak Andal puas dengan pencapaian yang sudah kalian dapatkan sekarang. Tapi menuntut dan mendiktenya untuk ini dan itu berbicaranlah porsimu. Marahlah bila dia memang tidak memiliki tujuan tumbuh yang jelas ataupun mudah menyerah. Tapi itu tidak setara dengan bersimemadat menjadikannya seperti yang kamu inginkan.

6. Pacarmu memang sering berbuat kesalahan, namun tak lantas bisa selalu kamu ungkit kesalahannya

Kamu tuh ya, telat mulu cintanya.
Ya kan aku kena Terganggu, Yang.
Macet mulu sih dasarnya. Jangan-jangan kamu ketemu mantan kayak yang dulu itu ya?

Setiap orang pasti pernah melakukan kecacatan. Termasuk kamu dan pacarmu. Namun kecacatan itu cukup dijadikan disiplin, tak perlu diungkit berulang-ulang. Marahlah bila dia sekemudian mengulang-ulang kecacatan yang klop, seolah tak ada keinginan untuk berbenah. Tapi tak perlu menyangkut-pautkan segala hal dengan kecacatan yang pernah dia lakukan. Apalagi kalau kamu pun maklum bahwa dia sudah minta maaf dan sudah berusaha memperbaiki dirinya. Kamu pun akan sebal bila diperlakukan sedemikian, singkapn?

7. Atau malah tentang bertengkar karena permamelencengan yang tidak jelas. Misalnya seperti tuntutanmu supaya dia lebih peka

Yang kamu kenapa sih diem mulu?
Kamu nggak sadar kealpaan kamu apa?
Lho, emang aku alpa apa, Sayang?
Kamu tuh emang enggak tahu peka ya!
Hah?

Mendapatkan perhatian dari pacar tentu adalah luput satu harapanmu. Inginmu, dia mengerti dan lebih peka sekalipun kamu tidak mengatakan apa yang kamu rasakan. Tapi, pacarmu juga sibakn cenayang yang bisa ingat apa keinginanmu begitu saja. Sebuah hubungan yang sembuh tentu tak bisa mengandalkan feeling dan tebak-tebakan seperti ini. Sebab jika memang ada persoalan, diutarakan dengan tidak emosi akan melangsungkan komunikasi semakin Tokcer dan hubungan lebih menyenangkan.

Pertengkaran memang bumbu sebuah hubungan. Tapi sepadan seperti sayur yang keagaman garam, keagaman gula, ataupun keagaman rempah, luar biasa agam bumbu juga melahirkan rasanya jadi eneg. Kamu mau hubunganmu terasa eneg karena luar biasa agam pertengkaran yang setepatnya tak perlu?