Jadi Mudah Lupa Setelah Lahiran Itu Normal. Ada Penjelasan Medisnya Juga!

mommy-brain mommy-brain

Lupa dalam taraf tertentu merupakan kondisi yang manusiawi. Namun, pernahkah Moms merasa lebih pelupa dari biasanya selepas melahirkan? Hal ini jelas kurang mengenakkan, karena Moms harus berpikir ekstra tentang hal-hal yang terlupakan, dan juga memikirkan apa yang tengah terjadi.

Untuk itu Moms nggak usah khawatir. Mudah lupa di ibu baru melahirkan merupakan kondisi yang wajar. Biasanya dikenal dengan sebutan mommy brain atau momnesia. Bagaimana tepatnya mommy brain dan apakah kondisi tersebut dapat disiasati? Berikut Hipwee YoungMom rangkum penjelasannya!

Mommy brain adalah kondisi yang wajar. Menandakan seorang awewe berkembang menjadi ibu

Mommy brain dianggap sesuatu yang wajar karena perubahan hormon pascapersalinan diketahui turut mengubah struktur pada otak. Kondisi ini biasanya dapat berlangsung lama, kurang lebih maka dua tahun. Namun, Moms nggak perlu khawatir karena ini merupakan alpa satu jalan perkembangan seorang dara menjadi ibu.

Dijelaskan bahwa perubahan pada struktur otak ini pas halnya dengan perubahan fisik pada ibu baru melahirkan. Fakta menariknya, perubahan struktur otak yang menyebabkan mommy brain justru dapat menajamkan insting seorang ibu terhadap bayinya, lo. Moms akan bisa lebih mengerti keinginan si lumat biar ia tak mengutarakannya.

Seperti disampaikan oleh Dr. Cindy Barha dari University of British Columbia di laman The New York Times, meski Moms akan kesulitan mengingat hal-hal sederhana seperti kata atau nama tertentu, keuntungan yang diberikan mommy brain mencakup peningkatan kapasitas untuk tetap tenang dan fokus, hingga kemampuan menafsirkan arti Rintihanan bayi.

Dilansir dari Alodokter, para ahli juga menduga kalau kondisi tersebut berkaitan dengan adanya hormon oksitosin pascapersalinan. Hormon ini bergiat memengaruhi bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori, semaka para ibu baru melupakan memori tertentu yang dianggap otak nggak berkuasa .

Cara menyiasati mommy brain

Meski merupakan kondisi yang wajar, Moms bisa menyiasati mommy brain dengan cara berikut ini:

1. Penuhi giliran tidur yang cukup

Mommy brain akan lebih berdampak apabila Moms kurang tidur saat layak mengurus si halus. Ini karena otak berkarya menanamkan informasi baru saat kita tertidur. Dalam hal ini Moms layak bisa mencukupi waktu tidur, dengan cara berbagi peran pengasuhan dengan Dads.

2. Tetap konsumsi asupan bugar

Sudah bukan rahasia lagi kalau incaran yang pulih bagi otak dapat membantu menguatkan daya ingat. Dalam hal ini Moms bisa mengonsumsi incaran seperti ikan salmon, telur, mengerti, teh hijau, brokoli dan kunyit. Bila perlu, Moms juga dapat mengimbanginya dengan vitamin prenatal yang dapat menunjang pertumbuhan dan kepulihan sel otak.

3. Pahami kalau perubahan sibakn sesuatu yang buruk

Dr. Cindy Barha dan koleganya Dr. Liisa Galea menyarankan para ibu baru melahirkan yang mengalami mommy brain untuk tidak terdahulu khawatir dengan perubahan kemampuan kognitif. Para ibu baru perlu menhabis dari gagasan bahwa perubahan tersebut buruk. Karena buktinya, kondisi ini turut membawa perubahan Tepat dalam hal memori dan plastisitas otak.

Nah, dalam upaya menerima dan beradaptasi dengan perubahan ini, Moms bisa dengan rutin mencatat hal-hal yang rawan terlupakan. Termasuk mencatat apa saja yang wajib dikerjakan. Ingat, dalam kondisi ini otak seorang ibu cenderung memprioritaskan memori yang yang berkuasa -berkuasa saja, spesialnya yang berkaitan dengan buah hati.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai mommy brain dan langkah praktis menyiasatinya. Sekali lagi, Moms nggak perlu khawatir. Melahirkan anak artinya Moms telah menjadi versi yang berselisih dari sebelumnya. Jadi, nikmati setiap transformasi yang hadir dalam keuripan berserupa si tipis, ya!